KABUPATEN MEMPAWH– Dalam rangka melestarikan adat dan budaya Dayak, Dewan Adat Dayak Kabupaten mempawah bersama Ketimanggongan se-Kabupaten Mempawah menggelar Ritual Adat Bapinta’ Ujan di Panyugu Nek Aban, Jalan Raya Danang, Desa Kecurit, Kecamatan Toho, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang mengusung tema Lestarikan Adat dan Budaya Dayak di Kabupaten Mempawah, Hutan dan Alam Tetap Terjaga ini dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Ritual adat ini dihadiri Wakil Bupati H. Juli Suryadi, Ketua DAD Kabupaten Mempawah Adrianus,Sekretaris DAD Kab. Mempawah Daniel serta Timanggong Kabupaten Mempawah Darmawi.

Selain itu kegiatan ini juga Turut dihadiri unsur Forkopimda, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta perwakilan dari Polres Mempawah, Kodim 1201, Kejaksaan Negeri Mempawah.

Ketua DAD Kabupaten Mempawah Adrianus bilng Ritual Bapinta’ Ujan merupakan tradisi masyarakat Dayak sebagai bentuk permohonan kepada Jubata (tuhan) agar diturunkan hujan di tengah musim kemarau.

“sekaligus sebagai upaya menjaga keseimbangan alam dan mencegah terjadinya Karhutla”kata adrianus.

Melalui kegiatan ini, DAD dan Ketimanggongan se-Kabupaten Mempawah mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga hutan, alam, dan melestarikan nilai-nilai adat istiadat sebagai kearifan lokal.

Sementara itu sebanyak 24 personel Polres Mempawah yang berasal dari suku Dayak mengikuti ritual adat Paminta Ujan, yakni tradisi masyarakat Dayak sebagai bentuk ikhtiar dan doa untuk memohon turunnya hujan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kegiatan tersebut turut dihadiri dan disaksikan oleh Wakapolres Mempawah.

Pelaksanaan ritual adat ini merupakan bagian dari ikhtiar bersama dalam menghadapi kondisi cuaca kering serta ancaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Kabupaten Mempawah.

Selain melakukan berbagai langkah pencegahan dan penanggulangan di lapangan, Polres Mempawah juga menghormati kearifan lokal dan tradisi masyarakat yang mengandung nilai kebersamaan, kepedulian terhadap alam, serta pengharapan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Wakapolres Mempawah menyampaikan bahwa berbagai upaya telah dilakukan secara terpadu, mulai dari sosialisasi dan imbauan kepada masyarakat, patroli, pemantauan titik panas hingga pemadaman api di sejumlah lokasi.

“Segala upaya telah dilakukan, baik sosialisasi, patroli, pemantauan maupun pemadaman. Seluruh kegiatan dilaksanakan secara gabungan oleh personel TNI–Polri, Pemerintah Daerah, BPBD serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Setelah seluruh ikhtiar dilakukan, selanjutnya kita berdoa dan berserah diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar segera diturunkan hujan,” ujar Wakapolres Mempawah.

Kehadiran Polres Mempawah dalam ritual adat tersebut juga menjadi wujud penghormatan terhadap keberagaman budaya dan adat istiadat yang hidup di tengah masyarakat. Polri, khususnya Polres Mempawah berkomitmen, akan selalu setia untuk hadir dan bermanfaat di tengah masyarakat.

Melalui sinergi seluruh unsur dan dukungan masyarakat, diharapkan hujan segera turun, kondisi lingkungan kembali membaik, serta ancaman kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Mempawah dapat dicegah dan ditanggulangi bersama.

Penerbit :HalloKalbar.com