KABUPATEN MEMPAWAH — Pemerintah Kabupaten Mempawah memastikan langkah mitigasi dan pemantauan kualitas udara terus berjalan di tengah kondisi kabut asap. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara, kandungan partikel halus PM2.5 di udara Mempawah saat ini berada dalam kategori berbahaya.

Meski demikian, Bupati Mempawah, Erlina, menjelaskan bahwa polusi udara ini menunjukkan adanya fluktuasi atau naik-turun sepanjang hari dan membagikan kiat praktis dalam menghadapi kabut asap.

“Dari evaluasi data yang dilaporkan Satgas hasil pemantauan selama seminggu terakhir, pola konsentrasi pokusi mulai meningkat di pagi hari, di mana puncaknya (kepekatan tertinggi) terjadi pada pukul 08.00 hingga 11.00 WIB”, papar Erlina.

Bupati Erlina juga menambahkan bahwa tingkat kepekatan di lapangan bisa bervariasi; wilayah yang berada di jalur tiupan angin atau lebih jauh dari titik api cenderung memiliki udara yang lebih rendah polutannya, begitu pula sebaliknya.

“Warga juga bisa memantau kondisi ini secara mandiri dengan mengamati jarak pandang secara kasat mata, atau dengan membuka website atau aplikasi milik BMKG dan memilih wilayah sesuai tempat tinggal masing-masing,” tambahnya.

Guna membantu masyarakat menjalani hari dengan aman, Erlina turut memberikan sejumlah langkah praktis bagi warga dalam menghadapi musim kabut asap ini.

“Tentunya kita cemas melihat kondisi udara yang dihirup oleh keluarga kita belakangan ini. Dari data ini kita pandai-pandai memilih waktu untuk beraktivitas di luar, yakni di sore hingga malam hari dan tentunya sangat disarankan pakai masker,” himbaunya.

Agar warga tetap sehat dan produktif menjalani hari di tengah musim kabut asap ini, Erlina juga meminta warga memperhatikan langkah-langkah praktis menjaga kesehatan.

“Perbanyak konsumsi air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi dan membantu menetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh,” Erlina.

Ia juga mengingatkan kepada warga untuk menutup ventilasi rumah dengan rapat saat udara luar sedang pekat, dan jika tersedia gunakan penjernih udara (air purifier) di dalam ruangan. Lebih lanjut Erlina juga mengingatkan agar warga memberikan perhatian ekstra dan perlindungan khusus kepada kelompok rentan seperti ibu hamil, lansia, balita, dan anak-anak agar kesehatan mereka senantiasa terpantau.

“Mari kita saling menjaga dan melindungi keluarga kita tercinta dengan tetap waspada serta mengutamakan kesehatan di rumah masing-masing,” ajak Erlina.

Erlina juga menambahkan bahwa jam puncak polusi ini bertepatan dengan jam sekolah, maka dari itu Pemerintah Kabupaten Mempawah memutuskan sekolah untuk sementara melakukan kegiatan belajar di rumah.

 

Penerbit :HalloKalbar.com